Follow Now ....!

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 03 Juni 2013

MEMAKNAI SABAR DAN PAHALA SABAR

 

MEMAKNAI SABAR DAN PAHALA BERSABAR


MEMAKANAI SABAR DAN PAHALA BERSABAR

Kehidupan di era modern ini, banyak permasalahan yang menguras tenaga, pikiran dan jiwa. Sehingga tidak sedikit orang yang mengalami gonjangan pikiran dan jiwa, sebagai dampak dari kemajuan meodern tersebut. Untuk mengibangi semua itu, kita butuh jiwa yang tegar dan kuat. Dalam bahasa Hadits dan Al-Quran jiwa yang tegar dan kuat, yaitu dinamakan dengan “ SABAR”. Aplikasi sabar adalah sebagai  prosesi hidup dalam mengarungi kehidupan ini, menjdi kebutuhan hidup yang sangat urgen. Oleh karenanya, agar kita menjalani hidup dengan damai dan tenang, maka di butuhkan “ pemahaman kesabaran yang mendalam” untuk dapat menghadapi zaman yang penuh dengan rintangan, tantangan dan pernik-pernik kehidupan.

Makna kesabaran.
  • Sabar bermakna mencegah dan menahan. Artinya mencegah jiwa supaya tidak gundah dan menahan lidah agar tidak berkeluh-kesah.
  • Sabar bisa berarti tegar dan kuat. Sabar itu seperti namanya, pahit rasanya tetepi akibatnya lebih manis dari madu.
  • Sabar itu berani merasakan kepahitan tampa muka masam atau kecut.
  • Imam Ali RA, mengungkapkan sabar itu adalah tunggangan yang tidak pernah jatuh tersungkur, kesabaran merupakan alat untuk mengapai kemuliaan dan kehormatan.

Berikut ini, ayat Al-Quran dan Hadits-hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang bersabar.
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”(Az-Zumar: 10)

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (Ali 'Imran: 200)
Sabar itu adalah cahaya. Sungguh menakjubkan hal-ihwal orang mukmin itu. Sesungguhnya keadaanya itu baik dan yang demikian itu tidak diperoleh kecuali oleh orang mukmin. Apabila mendapatkan kegembiraan, dia bersyukur dan hal itu baik baginya, dan apabila dirundung kesulitan, dia bersabar dan hal itu baik baginya. (HR. Muslim)

Tidak seorang muslim pun yang di rundung musibah, kemudian mengucapkan apa yang diperintahkan Allah kepadanya, Inna lillaahi wa inna ilaihi raajiuun,. Ya Allah, limpakahkanlah ganjaran atas musibahku ini dan karuniakanlah yang lebih dari itu, melainkan Allah akan memberikan kepadanya yang lebih baik daripada itu..”(HR. Muslim)

Rasulullah SAW, bersabda dalam sebuah hadits Qudsi,
Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla berfirman,' Aku apabila menguji hamba-Ku yang mukmin, kemudian bertahmid kepada-Ku atas segala ujian yang dideritanya, maka ketika dia bangun dari tidurnya itu, dia seperti bayi baru dilahirkan oleh ibunya, bersih dari dosa-dosanya.”Tuhan 'Azza elah wa Jalla berfirman, “Aku telah menguji dengan berbagai ujian, maka ganjarlah dia seperti ketika diganjar pada waktu keadaan sehat.” (HR. Ahmad dan dishohehkan al-Albani)

Pada dua ayat tersebut Allah SWT, memrintahkan kepada manusia agar selalu untuk berbuat bersabar. Karena di balik sabar itu, Allah SWT menjelaskan, bahwa orang-orang yang berbuat sabar itu, akan mendapatkan pahala tampa batas. Artinya Allah sajalah yang mengetahui takaran-takaran pahala yang diberikan kepada orang-orang sabar. Dan ayat yang keduanya Allah mengaskan bahwa untuk bersabar harus dikuatkan kembali dengan jiwa dan raga, dengan kata lain sabar itu bukan berarti pasif atau setatis melainkan aktif dan dinamis serta jiwa dan raga selalu siap siaga.

Selanjutnya pada hadits Rasulullah SAW, beliau menjelaskan bahwa sabar itu adalah cahaya yang menakjubkan bagi orang-orang mukmin, yang mereka itu pada saat di timpa musibah berdoa sesuai dengan yang diperintahkan Allah dan berbut sabar, serta bagi mereka yang bersabar akan mendapatkan ganjaran pahala yang lebih. Bahkan dalam hadits qudsi, sungguh mengagumkan bahwa orang-orang mukmin pada saat ditimpa musibah mereka bersabar, maka oarng mukmin tersebut ketika, setelah banguan tidurnya seperti bayi yang baru dilahirkan dari perut ibunya dan bersih dari dosa-dosanya.

Demikianlah sedikit pembahasa mengenai, makna sabar dan berbuat sabar yang dikaitkan dengan dali ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Rasulullah SAW, mudahan-mudahan bermanfaat wabil khusus bagi penulis dan umumnya bagi pembaca yang budiman.

Wasslam,
amin_azra cirebon 2012
Sumber aminazra.blogspot.com
Wassalam, Riyanti, Cirebon, Indonesia
http://riyantisetya.blogspot.com

TAWAKAL

 TAWAKAL


Pada suatu hari ada seseorang berkata kepada Imam Ahmad bin Hambal, ''Aku hendak pergi ke Makkah atas dasar tawakal, tanpa membawa bekal.'' Sang imam berkata, ''Kalau begitu pergilah sendirian tanpa ikut rombongan.'' Orang itu menjawab, ''Tidak bisa, aku harus ikut mereka.'' ''Apakah dengan mengandalkan bekal orang lain itu engkau juga menyebut tawakal?'' tanya Imam Ahmad lebih lanjut.

Untuk menjadi manusia yang kuat, kita diperintahkan untuk tawakal, berserah diri kepada Allah, sebagaimana disabdakan Nabi saw dalam sebuah hadis beliau yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ''Orang yang menghendaki jadi manusia terkuat, berserahlah kepada Allah dan yang menghendaki jadi manusia paling mulia, bertakwalah kepada-Nya.''

Namun, tawakal tidaklah berarti penyerahan begitu saja suatu urusan kepada Allah, tanpa ada usaha sedikit pun yang menjadi sebab datangnya hasil yang diharapkan. Sebaliknya, orang yang disebut mengejawantahkan tawakal ialah yang melaksanakan sebab yang diperintahkan. Siapa yang mengabaikannya, maka tawakalnya tidak benar, sebagaimana melaksanakan sebab yang pasti menghasilkan kebaikan juga merupakan pengejawantahan harapannya.

Yang tidak melaksanakannya berarti harapannya itu sekadar angan-angan. Seperti seorang pemuda yang sudah siap untuk menikah dan mengharapkan seorang gadis yang saleha, tetapi ia sendiri tidak melakukan usaha--yang sesuai syariat tentunyamaka janganlah kecewa kalau yang diharapkannya itu tidak kunjung datang.

Begitupun dengan kondisi yang tengah terjadi di sekitar kita saat ini. Laku maksiat semakin jelas terlihat di mana-mana. Pornografi sudah menjadi tontonan yang lumrah, mulai dari anak-anak, sampai orang tua. Makanan dan minuman haram menjadi santapan yang lazim dalam beberapa perhelatan kita. Di sisi lain, musibah datang silih berganti. Kita diperintahkan tawakal menghadapinya.

Namun, kita tidak boleh mengabaikan sebab-sebab yang telah mendatangkan musibah tersebut dengan melakukan muhasabah 'koreksi', sebagaimana kita juga tidak boleh meninggalkan usaha-usaha yang bisa menjadi sebab bagi datangnya perubahan dari kondisi yang rusak tersebut, menuju perbaikan. Ber-amar maruf nahi munkar adalah salah satu sebab yang diperintahkan, yang bisa mendatangkan kebaikan.

Kesungguhan dalam berusaha merupakan tuntutan bagi kita. Hasilnya, kita serahkan kepada Allah karena Allahlah yang pada hakikatnya menguasai hati manusia dan paling kuasa untuk membolak-balikkannya.

Jadi rahasia tawakal dan hakikatnya adalah penyandaran hati kepada Allah semata. Ia tidak terganggu karena adanya perhatian terhadap sebab tanpa harus mengandalkan secara mutlak terhadap sebab itu. Wallahu a'lam.

Sumber dari Republika Online
Wassalam, Riyanti, Cirebon, Indonesia, 2013
http://riyantisetya.blogspot.com
http://aminazra.blogspot.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More